Naila Novaranti, Wanita Tangguh Penakluk Everest

By | January 18, 2019
Spread the love

Gunung Everest di Nepal menjadi tujuan puncak bagi seorang petualang atau pendaki gunung di dunia. Mereka yang terobsesi untuk bisa menaklukannya selalu melakukan berbagai persiapan agar bisa mewujudkan cita-citanya tersebut. Hal ini dikarenakan gunung tersebut merupakan gunung tertinggi di dunia dengan saljunya yang abadi. Banyak kisah yang menyertai berbagai pendakian yang dilakukan banyak pendaki seluruh dunia.

Kartini Indonesia Menaklukan Gunung Everest

Banyak memang pendaki Indonesia yang sudah berhasil meninggalkan jejaknya di puncak Everest namun hanya sedikit wanita yang berhasil hingga keatas. Akan tetapi wanita yang berprofesi sebagai penerjun ini berhasil menerjunkan payungnya di atas Gunung Everest. Hal ini tentunya cukup unik yang bisa dilakukan oleh seorang penerjun.

Menjadi perempuan pertama yang berhasil terjun payung dan menancapkan bendera Merah Putih pastinya membuatnya bangga. Apalagii dia merupakan satu-satunya penerjun asal Indonesia yang lolos seleksi dalam kegiatan dunia tersebut. Meski kejadiannya sudah 1 tahun berselah toh kenangan itu sulit untuk dilupakan karena itu merupakan pengalamannya yang pertama terjun payung di atas gunung tertinggi di dunia.

Akan tetapi untuk bisa terjun di atas gunung Naila harus mendaki gunung terlebih dahulu untuk menuju pesawat yang akan mengangkutnya terbang. Hal inilah yang sedikit menyulitkan Naila karena dia bukanlah seorang pendaki.

Alasannya Mengikuti Seleksi Terjun Payung Di Atas Dunung Everest

Siapa yang tidak ingin menapakkan kakinya di gunung tertinggi dunia tersebut. Karena itulah Naila ikut dalam seleksi pemilihat atlet terjun payung dunia yang akan melakukan kegiatannya di gunung tersebut. Tentunya berbagai alasan bisa dikemukakan oleh wanita berusia 38 tahun tersebut.

  • Termasuk Dalam 7 Gunung Dengan Lempeng Dunia

Memiliki puncak 8.848 diatas permukaan laut tentunya menjadikannya sebagai gunung tertinggi di dunia dan masuk dalam salah satu 7 lempeng dunia. Ketujuh lempeng tersebut diantaranya adalah Gunung Cartensz Pyramid di Papua yang merupakan lempeng Australasia, Gunung Elbrus di Rusia lempeng Eropa. Kemudian ada pula Gunung Kilimanjaro di Tanzania lempeng Afrika, Gunung Aconcagua di Argentina lempeng Amerika Selatan. Adapula Gunug Vinson Massif di Antartika lempeng Antartika.

Gunung Denali di Alaska merupakan lempeng Amerika Utara dan terakhir Gunung Everest di Nepal lempeng Asia. Gunung yang disebut dengan Chomolungma ini juga memiliki 18 jalur pendakian yang memiliki tingkat kesulitan yang berbeda bahkan darii negara yang berbeda pula.

  • Tantangan Yang Berat Untuk Mendakinya

Untuk bisa mencapai puncak tentunya memiliki tantangan yang harus bisa dilalui untuk menaklukan keterbatasan diri. Yang paling ekstrim adalah menipisnya oksigen pada sepertiga gunung tersebut. Hal ini dikarenakan tekanan udara yang rendah menyebar luar yang membuat pendaki akan kesulitan untuk bernapas. Oleh karena itu harus sedia oksigen agar bisa mendaki dengan lancar.

  • Terdapat 2 Srikandi Indonesia Yang Berhasil Sampai Puncak

Diketahui Farnsiska Dimitri dan Mathilda Dwi Lestari sebagai 2 pendaki wanita yang berhasil mengibarkan bendera di puncak gunung.

  • Suku Sherpa

Suku Sherpa merupakan suku asli Nepal yang tinggal di senantiasa membantu para pendaki karena mereka sudah sangat terbiasa dengan ketinggian dan cuaca ekstrim di Gunung Everest.

  • Persiapan Fisik

Hal yang harus dilakukan oleh semua pendaki adalah persiapan yang sangat matang dengan fisik yang tahan terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi di gunung tersebut. Berbagai perlengkapan juga harus dipenuhi agar tidak menyulitkan selama pendakian. Pengetahuan tentang Everest juga harus dimiliki oleh pendaki sebelum mendaki gunung tersebut.